Posted by: yulism on: Maret 11, 2009
Dibalik krisis keuangan yang sudah melanda US selama kurang lebih setahun ini, banyak membawa kisah sedih. Baru kira-kira belum sebulan ini ada berita dari daerah east coast, saya lupa tepatnya negara bagian mana. Ada seorang pria yang sudah terbukti bersalah dengan tertangkap basah saat melakukan perampokan pada salah satu Bank. Dan ketika sidang di pengadilan dilakukan sang ibu, keluarga, teman dan juga tetangga pelaku meneteskan airmata dan menyatakan bahwa pria tersebut adalah orang yang sangat baik. Karena terhimpit dan terdesak dengan kondisi keuangan maka dia nekat melakukan perbuatan jahat itu.
Kedua, hari Sabtu lalu tanggal 07 Maret 2009, terjadi sebuah perampokan disalah satu cabang US Bank di Colorado Springs. Dibalik cerita ini ternyata ada cerita yang sangat memilukan juga. Salah satu teman Marvin sekantor Bob bertetangga dengan salah satu Teller US Bank. Dia selalu bertugas setiap hari Sabtu. Dan selama masa kerja di Bank tersebut dia tidak pernah melihat sang manager Bank muncul pada hari Sabtu.
Hari itu sang manager Bank mucul dan memanggil tetangga Bob, untuk ke kantornya. Didalam kantor tersebut sang manager mengatakan akan melakukan annual review. Selama in sang manager tidak pernah melakukan monthly review ataupun review 6 bulanan. Tetapi dengan tiba tiba dia melakukan review tahunan. Walau merasa sedikit aneh tetapi dia tetap melakukan review dengan sang manager.
Pada saat review dilakukan tersebut diruang teller terjadi perampokan, sang perampok mengenakan topeng dan juga cambang palsu. Dia berteriak bahwa dia memiliki senjata api dan memaksa agar semua menuruti perintahnya dan memberikan uang yang ada di cashier. Setelah sang perampok menadapatkan uang diasegera pergi berlalu.
Ketika sang perampok pergi, ada seorang nasabah yang baru saja masuk Bank dan menanyakan apakah mereka baru saja kerampokan. Ketika mendapat jawaban ya dari sang teller sang pria ini segera berlari keluar dan mengikuti perampok dari kejauhan tanpa sepengetahuan sang perampok. Sang perampok mengendarai sepeda motor harley sampai diseberang jalan Bank. Kemudian dia membuang cambang palsu dan juga topengnya, dia tinggalkan motor tanpa plat nomer itu dipinggir jalan dan berganti menaiki sebuah truck warna merah dengan nomer polisi yang bisa dilihat sang nasabah Bank ini dengan jelas.
Akhirnya setelah sang Nasabah ini mendapatkan nomer plat kendaraan, dia segera melaporkan kejadian ini kepada polisi. Dan polisi dengan mudah dapat membekuk sang perampok ini dengan bukti uang hasil rampokan yang masih ada didalam mobil truck itu. Yang mengejutkan adalah sang perampok tersebut adalah pacar dari sang manager Bank. Kenapa dia memanggil sang teller tetangga Bob, karena teller ini mengenal pacar sang manager dengan baik, sehingga dia membawa ke kantornya untuk menghindari kemungkinana sang teller mengenali wajah perampok.
Malang sekali nasib mereka ini, uang yang dia dapat dari Bank tidak seberapa hanya sebesar US $ 8,000, mereka berdua harus masuk bui dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Padahal jika dilihat secara average Branch manager Bank ini pasti memiliki pendapatan sekitar $ 50,000 s/d $ 60,000 per tahun. Semua ini dia lakukan karena dia mempunyai hutang sebesar $ 32,000 akibat proses hukum yang kalah.
Dalam kondisi krisis seperti ini bisa merubah perilaku manusia dan juga membuat manusia tidak lagi berfikir secara jernih, sehingga mengambil jalan pintas yang bisa menyesatkan diri sendiri. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan iman dan juga perlindunganNYA, sehingga tidak berfikir dan melakukan kejahatan seperti kejadian dalam cerita yang saya tuliskan ini. Thanks
Assalamualaikum dik Yulis, ingat lagune Nicky astria gak dik, uang, lagi2 uang, uang memang bikin orang mabok tiada kepayang, bla… bla….bla…..ah wis pokoke uang memang ahem……………….. Smoga kita selalu diberi kesehatan lahir dan batin hingga dapat membedakan yang baik dan buruk Amin, Wassalam
Wa’alaikum salam, masih ingat mbak Sulis. Semoga kita bisa tetap berfikir jernih, Money is important but not everything…
Thanks
Hey Yulis,
My name is Joyce Yip, I am a journalist writing for Edinburgh Napier’s Impulse Magazine. I am currently doing a story on Orthorexia and Kate Finn and your blog was the only location that had her picture. So, I was wondering if you could kindly grant permission for me to use the image?
My email is jois_yip@hotmail.com. May you have any questions, please do not hesitate to contact me.
Thank you very much.
Sincerely,
Joyce.
Disinilah peran keimanan seseorang dapat ujian, berfikir logis, realistris dan kratif saat ini sangat diperlukan.
Benar sekali mas Ubadbmarko, thanks sudah bekenan mampir di blog saya.
mba yuli pa khabar?
lama ga mampir ke sini hehe
semoga sehat ya mba
Alhamdullilah kabar baik mbak Yella, semoga demikian juga dengan mbak Yella dan semuanya…
Thanks
banyak sekali efek yg ditimbulkan dari krisis
sampai sampai orang tega berbuat jahat
semoga krisis cepat berlalu
dan kita semua bisa kuat menghadapinya
Amien, itu harapan kita semua mbak Linda ya??.. Thanks
Mbak Yulis, Krisis saat ini gak cuman disana aja kok, di indonesia beberapa perusahaan sudah mem PHK karyawannya dan di Riau sini ada perusahaan kertas besar yang juga sudah memPHK ratusan karyawannya. Miris baget ya mbak…
Bersyukur banget, di Duri dampak resesi global gak begitu keliatan mungkin karena rata2 barang2 disini sudah mahal dari rata barang di luar duri dan pendapatan orang2 disini juga standartnya jauh lebih besar di banding daerah lain. dan bersyukurnya sampai saat ini aku masih punya kerjaan yang alhamdulillah enak
Wah sedih banget mbak Ria ya, ada pengurangan tenaga kerja juga. Kalau disini masih dapat unemployment benefit, kalau di Indo dapat apa …
Syukurlah kalau mbak Ria pekerjaanya aman, enak dan menikmatinya pula. Karena itu semua yang diinginkan oleh semua orang kan mbak?.. Thanks
maunya jangan krisislah, *maklum anak perantaudananakkos
Semoga segera berlalu bang Okta..
Dan semoga harga kost tidak dinaikkan dan harga makanan juga ga naik ya Bang…
Thanks
mungkin itulah sebabnya Nabi SAW
pernah mengingatkan,
kemiskinan bs medekatkan seseorang
pada kekufuran……,
ketiadaan uang bs membuat gelap mata
morning sista
Huaduhh Mbak Yulis, kisahnya bikin sedih, cemas, takut, dll. Gara2 uang apapun bisa terjadi ya Mbak.
Maret 11, 2009 pada 10:09 pm
pokoe krisis selalu bikin miris..
Bener mbak krisis bikin miris dan hati teriris-iris..
Thanks