Posted by: yulism on: Maret 5, 2009
Biar kata orang bumi ini semakin tua, bahakan ada yang bilang “jaman edan yen ra edan ora keduman”. Yang artinya jaman sudah gila yang tidak gila bakalan tidak kebagian. Ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya benar sama sekali. Pernah aku bercerita tentang orang yang dulunya baik dan berubah menjadi tidak baik di postingan Manusia bisa berubah.
Dalam ceritaku yang lalu aku tidak menyebutkan adanya salah satu orang yang brown nose dan selalu mengatakan hal yang ingin didengar oleh sang bos. Ternyata orang tersebut adalah salah satu manager di kota D, sebut saja Miki *bukan nama sebenarnya* yang sekaligus juga assitant bos, adalah pangkal dari perubahan drastis sang bos. Selama ini dia memberikan informasi yang tidak akurat dan tidak berdasar pada profesionalisme. Dia hanya memberikan informasi berdasarkan like and dislike, dimana orang yang dia sukai walaupun pekerjaannya jelek dia tidak akan dilaporkan kepada bos. Tetapi jika Miki tidak suka, walaupun pekerjaannya baik dia tetap dilaporkan kepada bos dengan data yang tidak benar dan bahkan mengada-ada.
Salah satu korban tersebut adalah Mardin, entah kenapa dia tidak menyukai Maardin. Padahal secara pribadi istri Mardin menilai suaminya adalah orang yang selalu berfikir positive dan tidak pernah macam-macam. Kedua jika urusan pekerjaan Mardin sangat profesional. Jika ada 99 orang dari 100 orang yang mengenal Mardin menyukainya, boleh dibilang dia adalah orang normal. Bahkan hampir semua anak buahnya dan teman-teman manager yang lain menyukainya.
Apapun faktor yang menyebabkan si Miki tidak menyukai Mardin, tidak ada yang tahu. Akibat dari laporan Miki yang tidak benar kepada bos, Mardin sering ditekan bahkan dipermalukan didalam meeting dengan mengatakan betapa buruknya tingkat produktivitas dari kota C. Aku tidak tahu kenapa mereka bisa bicara demikian, Jika berdasarkan data dari kantor pusat dan bahkan Mardin menerima penghargaan sebagai manager terbaik ke-3 diperusahaan diseluruh US.
Bahkan 7 orang dari 17 anak buah Mardin akan dipecat oleh bos karena laporan yang tidak benar itu. Akhirnya karena sudah tidak tahan untuk berdiam diri atas segala hal yang terjadi selama ini, Mardin menjadwal pertemuan dengan bos. Tekanan yang selama ini dia anggap angin lalu sudah mulai menjadi angin topan yang akan meporak porandakan pekerjaan dan kerja kerasnyanya dan bahkan kelangsungan hidurp 7 orang lainnya, maka Mardin mulai berfikir untuk bertindak.
Akhirnya Jumat minggu lalau Maardin bertemu dengan bos dan membawa bukti akurat dari kantor pusat atau home office. Dimana ke 7 orang yang dianggap produktivitasnya minus ternyata adalah positive. Memang tidak ada hal istimewa yang dihasilkan oleh ke-7 orang tersebut. Akan tetapi mereka bukan yang terburuk, bahkan 2 orang anak buah Miki produktivitasnya negative tetapi tidak jadi masalah. Dan ke-7 orang itu juga sedang berusaha menjadi lebih baik. Itikat baik ini bisa dilihat karena setiap Jumat mereka mengadakan meeting di Kantor Mardin untuk meningkatkan produktivitas.
Dalam Meeting Jumat yang sudah dijadwalkan tersebut Mardin mengatakan dengan lugas segala sepak terjang sang bos yang mulai membuat gerah semua orang. Mardin juga mengemukakan semua mengalami penurunan pendapatan karena krisis, akan tetapi semua tetap berusaha tegar dan bekerja keras. Setelah ditunjukkan bukti yang akurat dan benar dari kantor pusat itu, sang bos masih tidak bisa menerimanya. Jika data produktivitas mereka tidak negative dan tidak ada yang salah dengan pekerjaan Mardin secara profesional, berarti pasti ada masalah pribadi lain yang bos tidak suka. Akhirnya Mardin mengatakan jika memang bos benar-benar tidak menyukai atau tidak mau lagi melihat muka Mardin ,maka Mardin tidak keberatan untuk pergi dari perusahaan dengan syarat menerima semua hak yang seharusnya dia terima karena sudah bekerja puluhan tahun di perusahaan itu. Sang bos tidak bisa memecat Mardin begitu saja karena Marddin adalah manager terbaik ke-3 diperusahaan di seluruh US, Kantor pusat tidak akan membiarkan Mardin pergi begitu saja, dia termasuk salah satu aset SDM untuk perusahaan.
Setelah pertemuan itu berakhir, dalam perjalanan pulang semua anak buah Mardin menelephone dan menanyakan hasil pertemuan itu. Hampir 45 menit dalam perjalanan pulang dia berbicara di telephone dengan orang yang berganti-ganti. Dan pada saat yang bersamaan itu sang bos menelephonenya, dan karena tidak bisa masuk bos meninggalkan pesan. Suara bos menjadi sangat lembut dan bos menyampaikan terimakasihnya karena Mardin sudah membukakan fikirannya dan bos ingin bertemu untuk minum kopi sebelum meeting hari Senin lalu.
Dalam meeting Senin lalu bos mengatakan, dia menyadari tidak mudah untuk berproduksi dalam kondisi perekonomian saat ini. Dan bos mengatakan pada Mardin, ingin menjalin lagi suasana kerja yang dahulu pernah ada diantara mereka. Yang terbaik untuk hubungan Mardin dan bos dan juga untuk semua pihak.
Dan hal yang mengejutkan terjadi Rabu kemarin, Riro Assistant Miki menelephone Brudi salah satu manager dari kota F dan mengabarkan bahawa Miki depecat oleh bos. Berita tersebut segera menyebar termasuk ke telinga Mardin. Dari peristiwa ini membuatku semakin yakin bahwa, Allah tidak pernah tidur dan tidak akan membiarkan kejahatan menghancurkan kebenaran di bumi ini jika masih ada satu orang saja yang memanjatkan do’a kepadaNYA. Dan membawaku kembali teringat pepatah Jawa “Becik ketitik ala ketara” yang artinya Kebenaran pasti akan terbukti dan kejahatan pasti akan terungkap, adalah pepatah yang selalu benar dan tidak akan pernah berubah. Thanks
Aku setuju mbak Yulis.. kebenaran akan tetap menang.
Mungkin kita tidak perlu membalas orang yang telah menyakiti kita, tapi Tuhan tidak tinggal diam.
Nice share, sis.
Setuju mbak Puak, dan semua itu sudah terbukti didepan mata saya. Dan saya selalu percaya itu..
Thanks
kebenaran akan tetap menang, just waiting the time to proof it
Setuju Bang Okta, kebenaran pasti menang..
Thanks
ikut seneng dengernya yul…
Alhamdullilah Live, akhirnya semua beres. Marvin juga kerjanya lebih fokus dan tenang karena ga dirong-rong atau ditekan melulu..
Thanks
aku sependapat mbak Yulis…
Allah tau yang mana yang salah dan yang mana yang benar…
dia senantiasa melihan umatnya apapun keadaannya.
semoga kita tidak termasuk orang2 yang serakah dan picik ya mbak…
Amien, semoga kita terhindar dari sifat yag demikian mbak Ria. Thanks
setuju mba…kebenaran akan selalu terbukti. Salam kenal
Salam kenal kembali mbak Ida, terimakasih sudah beerkenan mampir ke blog saya an meninggalkan jejak. Thanks
hidup kebenaran!!!!
Hidup kebenaran, Thanks cutemom
Huaduhhh Mbak Yulis, di Amrik sono ada juga ya orang kayak Miki *ga pake mouse* itu…??? Lucky untung bejo Mardin berani berbuat benar…
Unbelievable ya mbak Maria, ada tuh banyak yang kayak Miki itu. Tapi dia hanya untung untuk sementara..
mending si Bejo Mardin, happily Ever Aftar…
kayak cerita dongeng aja..
Thanks
Hallo Mbak, membaca psoting ini kayaknya sambungan dari yang kemarin ya. Syukur apa yang kita harapkan menjadi suatu kenyataan. Saya sangat yakin kok Mbak, bahwasanya perubahan itu pasti ada yang melatar belakangin … dan ternyata kesempatan untuk berbicara langsung dengan based on data actual dapat merubahnya dengan mudah.
Pimpinan perusahaan kan memiliki kemampuan untuk dapat menganalisa dan memastikan kebenaran setiap data yang disajikan oleh teamnya, saya khawatir Boss ini kurang didalam komunikasi aktif dengan para leadernya di area-areanya, terlalu percaya dengan Head Office saja > check and balance, ini kan bisa dilakukan di monthly meeting and review. Sehingga PDCA perusahaan dapat berjalan baik serta bila ada permasalah dapat dengan cepat di tangani. He he he maaf ya Mbak jadi melebar …karena saya percaya Right Process will Bring the Great Result.
Salam
Benar Bang David, ini sambungan cerita yang lalu. Saya juga bersyukur semua berakhir dengan baik. Mustinya jadi boss harus seperti yang Bang Davi bilang itu ya tidak hanya menyerahkan 100% kepada bawahan. Dan sayangnya si Bawahan tidak beres. Selain itu dia juga orang baru yang dihire dari perusahaan kompetitor yang notabene memiliki catatan law suit tinggi dari para agentnya. Syukur semua berjalan lancar sesuai dengan keinginan semua orang..
Thanks
salam dari bandung
saya suka judul artikel anda,
Iklan politik sontoloyo
Di sudut kota bertebaran baliho para calon anggoto legislatif, ada yang tersenyum manis seperti koruptor menunggu vonis , ada yang bergaya orator dengan latar belakang gambar sukarno menuding, dan ada juga yang berlatar gambar monyet (mungkin ingin memberi pesan manusia lebih kuasa dari monyet walau monyet dan manusia saudara sepupu menurut teori darwin).
Ada yang berfose beramai-ramai seperti mahasiswa yang baru di wisuda , ini barangkali calon legislatif bermodal cekak (maaf bukan menghina, Cuma dugaan)
Wahai para penyembah kekuasan…. Kami tidak butuh kau jajakan wajahmu, seperti banci di taman lawang yang membuat gemas para kantip untuk merazia
Maret 6, 2009 pada 3:09 am
cerita yang menggugah untuk saya sebagai orang gajian (digaji tiap bulan) alias serdadu, trooper, alias kroco . Thanks
Saya yakin kebenaran akan memihak kepada siapa saja mas, tidak pandang bulu. Asalakan mereka memeng benar-benar berbuat benar. Thanks sudah berkenan mengunjungi blog saya.